Nabi Muhammad Melarang Meniup Makanan yang Masih Panas
Larangan meniup makanan atau minuman panas yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw bukan sekadar adab, melainkan sebuah prinsip etis dan higienis yang memiliki dasar ilmiah dan spiritual. Hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas menegaskan larangan bernapas atau meniup ke dalam bejana saat makan dan minum. Secara ilmiah, tindakan meniup makanan berisiko menyebarkan mikroorganisme dari mulut ke makanan, mengubah komposisi kimia melalui karbon dioksida, serta menanamkan kebiasaan tidak sehat pada anak-anak. Perspektif adab, larangan ini mencerminkan nilai kesabaran, ketenangan, dan penghormatan terhadap rezeki. Perspektif spiritual, makanan dipandang sebagai amanah Ilahi yang harus diperlakukan dengan penuh syukur dan penghormatan. Larangan ini mengajarkan bahwa sunnah Nabi mengandung hikmah yang melindungi jasmani dan menyucikan rohani, serta membentuk pribadi yang bersih, santun, dan penuh syukur dalam menerima nikmat Allah. Dasar hadis. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas radhiyal...