Postingan

Nabi Muhammad Melarang Meniup Makanan yang Masih Panas

Gambar
Larangan meniup makanan atau minuman panas yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw bukan sekadar adab, melainkan sebuah prinsip etis dan higienis yang memiliki dasar ilmiah dan spiritual. Hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas menegaskan larangan bernapas atau meniup ke dalam bejana saat makan dan minum. Secara ilmiah, tindakan meniup makanan berisiko menyebarkan mikroorganisme dari mulut ke makanan, mengubah komposisi kimia melalui karbon dioksida, serta menanamkan kebiasaan tidak sehat pada anak-anak. Perspektif adab, larangan ini mencerminkan nilai kesabaran, ketenangan, dan penghormatan terhadap rezeki. Perspektif spiritual, makanan dipandang sebagai amanah Ilahi yang harus diperlakukan dengan penuh syukur dan penghormatan. Larangan ini mengajarkan bahwa sunnah Nabi mengandung hikmah yang melindungi jasmani dan menyucikan rohani, serta membentuk pribadi yang bersih, santun, dan penuh syukur dalam menerima nikmat Allah. Dasar hadis. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas radhiyal...

Etika Profetik: Tata Ruang Membangun Rumah Perspektif Sunnah

Gambar
  Perlunya mengkaji dimensi etis, sosial, dan spiritual dalam pembangunan rumah menurut perspektif Islam, dengan merujuk pada risalah kenabian Nabi Muhammad Saw sebagai landasan nilai. Islam tidak hanya mengatur hubungan transenden antara manusia dan Tuhan, tetapi juga menata hubungan sosial secara komprehensif, termasuk dalam aspek tata ruang dan pembangunan fisik. Membangun rumah dipandang bukan sekadar aktivitas teknis, melainkan tindakan moral yang mencerminkan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Prinsip-prinsip seperti menjaga hak tetangga, memperhatikan arah angin, akses jalan, dan transportasi menjadi bagian dari etika profetik yang menekankan keseimbangan antara kenyamanan pribadi dan kepentingan kolektif. Dalam konteks ini, Islam telah lebih dahulu mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dan keadilan spasial ke dalam praktik pembangunan. Rumah yang dibangun dengan kesadaran sosial dan spiritual menjadi simbol peradaban kecil yang berakar pada kasih sa...

Kekuasaan Menekan Ke Bawah Pertanda Mental Botolok

Gambar
  Kata Soekarno, “Belajar tanpa berpikir itu tidaklah berguna, tapi berpikir tanpa belajar itu sangatlah berbahaya”. Elemen penting dari berjalannya peran pemerintah adalah adanya pegawai negara. Pengawai ini sengaja direkrut dengan berbagai kompetensi. Adapun statusnya sesuai dengan kebutuhan, anggaran, dan kebijakan. Di negara ini pegawai disebut dengan ASN (Aparatur Sipil Negara), berperan sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dari sini dapat dilihat bahwa intervensi politik dalam menjalankan pemerintahan tidak boleh dilakukan. Apalagi melakukan penekanan dari atas ke bawah. Kekuasaan yang menerapkan sistem menekan ke bawah menandakan penguasanya lemah dan bodoh. Karena lemah maka unsur penting kenegaraan digerakkan untuk tunduk dan patuh. Membuat tunduk ...

17 Agustus: Kemerdekaan Milik Manusia Bukan Milik Ikan

Gambar
  Kemerdekaan milik manusia bukan milik ikan. Karena itu, memperingati hari kemerdekan mesti dilaksanakan di tengah-tengah manusia bukan di kalangan ikan. Memperingati hari kemerdekaan mesti di darat bukan di laut. Muncul wacana pemerintah di daerah dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2025 di tengah laut bersama ikan-ikan bukanlah sesuatu yang patut. Hari kemerdekaan milik manusia Indonesia yang tinggal di darat, bukan milik ikan tinggal di laut (di dalam air), karena manusia Indonesialah yang merasakan sakitnya penjajahan. Kemerdekaan milik manusia Indonesia bukan milik ikan, maka prosesi hari kemerdekaan mesti diperingati di tengah-tengah manusia Indonesia, bukan di tengah-tengah laut bersama ikan dan hewan-hewan laut lainnya. Dalam sejarah penjajahan ikan dan makhluk lainnya di laut di dunia mana pun tidak pernah merasakan penjajahan. Karena itu ikan tidak perlu hari kemerdekaan. Justru ikan santapan bagi orang-orang yang merdeka...

Adu Jotos: Ide Kemashlahatan dengan Politik Kepentingan

Gambar
  Banyaknya terjadi polemik dalam politik anggaran disebabkan keliru dalam menjalankan orientasi kepemimpinan. Dominan yang dijalankan adalah politik kepentingan bukan politik kemashlatan. Jika politik anggaran terus mengutamakan kepentingan maka polemik akan terus muncul; baik polemik respon publik maupun polemik capaian program pembangunan. Pemerintah yang digaji oleh negara/rakyat seharusnya meninggalkan politik kepentingan dan wajib menjalankan politik kemashlahatan. Karena wajib maka mengabaikan kemashlahatan umat termasuk dosa besar. Politik anggaran menyangkut sisi kehidupan secara kolektif, maka respon publik kolektif juga mengemuka. Respon publik ini bakal dipahami kegaduhan oleh pemangku kekuasaan. Seharusnya kekuasaan meminimalisir respon publik yang berpotensi gadoh dalam memainkan peranannya terkait anggaran. Menghentikan respon publik tidaklah mungkin, tetapi meminimalisirnya sangat memungkinkan. Dan ini mesti diawali dari atas. Politik kepentingan merubah asa publik ...

Rektor Unada: Wisuda Bukan Akhir tapi Awal Berproses

Gambar
Rektor Universitas Al-Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh Dr. Yusra Jamali, M. Pd, menyampaikan beberapa hal dalam pidato pengukuhan mahasiswa UNADA dan STAI Al-Washliyah Banda Aceh. Dalam rapat senad terbuka wisuda sarjana Universitas Al-Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Washliyah Banda Aceh, dilaksanakan tangga 26 Juni 2025 berlangsung hikmat. Wisuda kali ini adalah wisuda ke-23 sejak kampus Al-Washliyah Banda Aceh berdiri tahun 2002. Wisuda kali ini juga wisuda pertama kali dilakukan setelah kampus Al-Washliyah berubah status dari Sekolah Tinggi menjadi Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) . Jumlah mahasiswa yang diwisuda 161 terdiri dari wisudawan-wisudawati. Wisuda kali ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Umum PB Al WASHLIYAH Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., M.M. Wisuda hanya akhir dari belajar secara akademis, namun bukanlah akhir dari proses belajar secara terus-menerus. Pendidikan merupakan proses belajar secara terus-me...

Leader: Menunda Kenyang-Mendahulukan Penderitaan

Gambar
  Mengerti karena membaca hanya menghadirkan cerita, tahu karena paham mampu merasa tanpa banyak bicara. Nabi bersabda "saaqil qaum akhiruhum syarban". Artinya, pelayan suatu kaum dialah yang harus minum terakhir.  Kalimat ini singkat tapi sarat makna. Simon Sinek, menulis sebuah buku judulnya leader eat last . Dalam pengertian yang hampir sama bahwa pemimpin makannya terakhir. Ini bukan cerita hidangan terakhir Yesus,  The Last Supper  sebelum berakhir di tiang salib, melainkan ini adalah hidangan terakhir bagi pelayan umat; yakni pemimpin. Tentunya, peristiwa Nabi menuangkan air terakhir dalam gelas sahabatnya yang bernama Abu Qatadah, setelah Abu Qatadah selesai menuangkan air pada sahabat yang lain. Nabi pun berkata pada Qatadah minumlah, Qatadah menjawab saya tidak akan minum sebelum engkau meminumnya terlebih dahulu wahai Rasulullah. Dan Rasul pun bersabda "pelayan suatu kaum minumnya terakhir". Di sini, Nabi tetap memilih minum yang terakhir kali. Sekilas...