TUNASUSILA PELACUR POLITIK MENGEJAR KUASA
Seorang pelacur dalam menjajakan dirinya pada lelaki hidung belang modal utama adalah kemolekan tubuhnya. Tidak ada potensi lain dari diri wanita tunasusila, kecuali daya tarik yang hadir dari bentuk fisiknya, gaya bicaranya, gemulai geraknya, genit cara memandangnya, rayuannya, dan lain sebagainya. Wanita tunasusila adalah penyakit dalam kehidupan sosial, kehadirannya sangat tidak dibutuhkan oleh masyarakat sekitarnya, namun keadaan dalam masyarakat tertentu tidak bisa melepaskan diri dari patologi sosial ini, entahkah karena faktor ekonomi, budaya, dan lain sebagainya. Kehidupan manusia model seperti ini memang sudah berlaku sejak dulu, masa jahiliyah zaman bahela. Berdasarkan eksistensi ini, mungkin kehidupan seperti itu terus dipelihara, disebagian tempat lokalisasi menjadi tempat pemberdayaan kehidupan tunasusila. Ranah sosial tidak hanya bicara wilayah kepelacuran. Apalacur juga berlaku dalam ranah politik. Para pelacur politik selalu tampil bak gaya wanita tunasusila. Tidak ...