Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Politik Manok Toh Boh: Retorika Berisik Tanpa Substansi

Gambar
  Bila diri ingin dipandang, jauhi kata tinggi melambung, jauhi sifat ayam dikandang, bertelur satu ribut sekampung. Bila diri ingin dikenang semailah benih di tengah sawah, bawalah ilmu padi di ladang, tambah berisi makin tunduk ke bawah. Menyoroti pepatah tradisional tentang ayam dan padi sebagai refleksi politik. Politik berisik tanpa substansi, diibaratkan ayam bertelur satu ribut sekampung, hanya melahirkan pencitraan dan kemiskinan rakyat. Sebaliknya, politik ideal seperti padi semakin berisi semakin menunduk, menekankan kerendahan hati, integritas, dan kerja nyata. Analisis menunjukkan bahwa kebijakan produktif, seperti padat karya, memperkuat kesejahteraan dan legitimasi. Pepatah lokal ini menjadi pedoman universal etika kepemimpinan dan arah kebijakan publik yang berorientasi pada rakyat. Politik berisik cenderung melahirkan subordinasi, patronase, dan penyalahgunaan anggaran publik, sehingga memperburuk kemiskinan dan ketidakpercayaan masyarakat. Sementara itu, politi...

Politik Babi Ngepet: Metafora Kritik terhadap Kekuasaan

Gambar
Cerita dalam film Babi Ngepet bukan sekadar hiburan mistis, melainkan cermin dari kegelisahan manusia yang terhimpit oleh kemiskinan dan keinginan untuk melawan keterbatasan hidup. Jalan pintas yang ditempuh melalui dukun sakti menggambarkan betapa rapuhnya manusia ketika berhadapan dengan godaan kekayaan instan. Di balik cerita ini, tersimpan pertanyaan mendasar, apakah manusia rela menukar martabat dan nilai-nilai luhur demi harta yang diperoleh tanpa jerih payah. Kata sang dukun “saya baru menurunkan ilmu ngepet kepada mu jika kamu mematuhi tiga aturan. Pertama, setelah jadi babi jangan mengambil hak orang miskin. Kedua, jangan serakah. Ketiga, rela mengorbankan sesuatu yang sangat engkau sayangi. Dukun, yang dalam pandangan masyarakat sering dicap sebagai sosok gelap dan penuh tipu daya, justru menghadirkan syarat-syarat yang sarat nilai moral. Ia menegaskan bahwa ilmu babi ngepet tidak boleh digunakan untuk merampas hak orang miskin, tidak boleh dijalankan dengan keserakahan, dan ...