Berhala Kekuasaan: Syirik Politik Cerminan Penyakit Sosial
Fenomena berhala dalam sejarah manusia bukan sekadar kisah masa lalu, melainkan cermin yang terus berulang dalam berbagai bentuk hingga zaman modern. Pada masa jahiliyah, berhala hadir sebagai simbol sesembahan yang menjerumuskan manusia ke dalam syirik tauhid, sementara dalam konteks politik kontemporer, berhala menjelma dalam bentuk kekuasaan, materialisme, dan fanatisme terhadap tokoh. Kedua bentuk penghambaan ini sama-sama mengalihkan orientasi manusia dari Allah kepada sesuatu yang fana, sehingga melahirkan kemunduran spiritual sekaligus kemunduran berpikir. Oleh karena itu, memahami berhala sebagai penyakit spiritual dan sosial menjadi penting agar politik tidak kehilangan ruh tauhid, melainkan kembali berfungsi sebagai amanah ilahi untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan. Pada masa jahiliyah, berhala diciptakan sebagai sesembahan yang dianggap mampu memberi perlindungan dan keberkahan. Batu, kayu, dan patung yang tak bernyawa dijadikan simbol kekuatan, padahal hakikatnya...