ANJING DAN TIGA NASEHAT KEHIDUPAN

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنٰهُ بِهَا وَلٰكِنَّهٗٓ اَخْلَدَ اِلَى الْاَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوٰىهُۚ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ الْكَلْبِۚ اِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ اَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْۗ ذٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ

Artinya, "Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir". Q. S. Al-A'raf/007: 176.

Tiga keburukan anjing yang sering diadopsi oleh manusia. Pertama, anjing suka menggonggong. Artinya, anjing selalu menggonggongi orang lain, orang lain tidak ada baiknya bagi dia. Menggonggong di sini bisa jadi berkata kasar, suka menuduh, menindas, memfitnah, suka menebar ucapan-ucapan (berita bohong), selalu melihat kekurangan yang ada pada orang lain, melihat kelebihan pada orang lain dia akan iri dengki, hasad, hasud, dan sejenisnya.

Kedua, anjing suka menjulur-julurkan lidahnya. Artinya, anjing itu penjilat, penceme'eh, pengolok-ngolok,  menghina, merendahkan, sombong, angkuh, sum'ah, merasa memiliki dari yang lain dan sejenisnya.

Ketiga, anjing itu tidak tahu malu. Perhatikan anjing pada saat dia duduk, dalam keadaan duduk saja (tidak ngapa-ngapain) anjing tidak suka kita melihatnya. Anjing suka menampakkan kemaluannya. Artinya, anjing itu tidak tahu malu, di manapun, dalam keadaan apapun orang yang mengadopsi sifat anjing keberadaannya bakal selalu bikin kesal banyak orang.

Satu saja kebaikan anjing itu, dia hanya setia pada orang yang selalu menyediakan tulang dan bangkai (daging busuk) saja untuknya, ketika tidak adalagi yang dapat dimanfaatkan dari orang lain anjing itu akan pergi. 

Setianya anjing ketika ada maunya saja. Anjing itu di manapun, kapanpun, dan apapun posisinya  keberadaannya selalu menumbuhkan konflik bagi dunia sekitarnya. Seburuk-buruknya anjing, anjing tidak pernah menggonggongi pada pokok ubi, sebab anjing tahu buahnya makanan babi, sementara bangkai adalah makanannya anjing.

Berbeda dengan manusia selalu melihat buruk atas nikmat yang diberikan Tuhan pada setiap hambanya. Manusia sering menggonggongi atas apa yang menimpa sesamanya, miskin salah kayapun salah, ada pekerjaan menganggurpun salah. Kenapa ini terjadi, karena manusia tidak pernah tahu apa itu bangkai dan apapula itu ubi. 

Ingat kawan !!!!! hidup ini tidak seanjing itu.

Jakarta, 5 Mei 2022.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melihat Masalah dengan Masalah

Meraih Gelar Doktor; Muchlinarwati Disabilitas yang Menginspirasi

Teuku Badruddin Syah: Membangun Politik Aceh Melalui Pikiran Ulama