Skripsi dan Surat Tanda Tamat Belajar

Kuliah sampai tamat itu penting supaya mahasiswa sampai pada tahapan penulisan skripsi. Skripsi adalah cara memahami metodologi berfikir pertama ditingkat strata satu. Dalam penulisan skripsi mahasiswa diajarkan oleh pembimbing, bagaimana menentukan sebuah judul yang akan dibahas.

Skripsi itu terdiri atas lima bab. Mulai bab satu sampai bab terakhir yaitu bab kesimpulan. Pada bab satu skripsi diajarkan bagaimana meletakkan latar belakang masalah yang akan dibahas, lalu dengan rumusan masalah, tujuan penelitian, kajian pustaka, landasan teoritis, dan metodelogi penelitian, dalam metodelogi penelitian terdapat pembatasan istilah, sumber data, dan analisis data. Bab selanjutnya membahas teori, biografi dan isi. Sementara kesimpulan menjawab rumusan masalah. Nah pada kesimpulan inilah hasil penelitian itu dibuktikan sebagai konklusi dari penelitian yang sudah dibahas.

Serangkaian metodelogi dalam menulis skripsi, sebenarnya bukanlah menjadikan orang itu hebad akan tetapi itulah penutoh bagi penuntut ilmu diperguruan tinggi. Kata orang yang mengajar ilmu silat kalok tidak ada penutoh ketika keluar dari perguruan, ini orang akan bermasalah dengan silatnya, dia akan kehilangan kontrol dan daya pikir yang sehat dalam menjalin komunikasi antar dunia persilatan.

Bukankah metodelogi berfikir ilmiyah itu menjadikan kita lebih terukur dalam memahami sesuatu, dengan pola penulisan skripsi yang di dalamnya membahas aturan-aturan berfikir yang sistematis. Sehingga apa yang kita bahas akan melahirkan sebuah frame berfikir menuju kepada kesimpulan yang mengarah pada kebenaran. Lalu akan muncul kesimpulan wacana yang membangun dan tercerahkan.

Menyelesaikan skripsi bukanlah sebuah patokan menjadikan kamu hebad, tapi proses penulisan skripsi tersebut, mengajarkan dan membantu mahasiswa bagaimana memahami sesuatu itu dengan tata kelola berfikir yang sistematis dan terukur dengan metode tertentu.

Orang yang tidak pernah melewati tata cara penulisan skripsi dalam penyelesaian studinya pasti seperti pelajar silat yang tidak selesai pada tahapan penetoh. Tingkahnya jadi latah dan dengan mudah menempelkan tangannya ditubuh orang lain. Berfikir tanpa metodologi sistematis ala pengajaran skripsi maka kesimpulannya menjadi ngawur dalam memahami sesuatu.

Para pelajar sabarlah kamu dalam menulis skripsi, karena skripsi mengajarkan mahasiswa bagaimana memahami sesuatu secara rinci. Lalu gunakan metodelogi penulisan sistematis yang sudah didapatkan dari penulisan skripsi sebagai alat untuk memantapkan komunikasi yang harmonis dan membangun kepada sesama.

Setelah tamat kuliah dengan skripsi ditangan lalu ambillah ijazah itu sebagai surat tanda tamat saja jika kamu pernah belajar.


                                                                                            
                                                                          Jakarta, 28 Desember 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melihat Masalah dengan Masalah

Meraih Gelar Doktor; Muchlinarwati Disabilitas yang Menginspirasi

Teuku Badruddin Syah: Membangun Politik Aceh Melalui Pikiran Ulama