Politik Babi Ngepet: Metafora Kritik terhadap Kekuasaan
Cerita dalam film Babi Ngepet bukan sekadar hiburan mistis, melainkan cermin dari kegelisahan manusia yang terhimpit oleh kemiskinan dan keinginan untuk melawan keterbatasan hidup. Jalan pintas yang ditempuh melalui dukun sakti menggambarkan betapa rapuhnya manusia ketika berhadapan dengan godaan kekayaan instan. Di balik cerita ini, tersimpan pertanyaan mendasar, apakah manusia rela menukar martabat dan nilai-nilai luhur demi harta yang diperoleh tanpa jerih payah. Kata sang dukun “saya baru menurunkan ilmu ngepet kepada mu jika kamu mematuhi tiga aturan. Pertama, setelah jadi babi jangan mengambil hak orang miskin. Kedua, jangan serakah. Ketiga, rela mengorbankan sesuatu yang sangat engkau sayangi. Dukun, yang dalam pandangan masyarakat sering dicap sebagai sosok gelap dan penuh tipu daya, justru menghadirkan syarat-syarat yang sarat nilai moral. Ia menegaskan bahwa ilmu babi ngepet tidak boleh digunakan untuk merampas hak orang miskin, tidak boleh dijalankan dengan keserakahan, dan ...