YA'JUT MA'JUT DAN SISTEM POLITIK KAPITALIS


حَتَّىٰٓ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُم مِّن كُلِّ حَدَبٍ يَنسِلُون

Artinya, “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Q. S. Al-Anbiya: 96.

Dari Zainab Binti Jahsh -isteri Nabi SAW, berkata ;

Artinya, “Nabi saw., bangun dari tidurnya dengan muka memerah, lalu bersabda ; “Tiada Tuhan terkecuali Allah, celakalah untuk Arab dari kejahatan yang sudah dekat pada hari kiamat, (yakni) Sudah dibukanya penutup Ya’juj serta Ma’juj seperti ini! ” beliau melingkarkan jari tangannya. (Dalam kisah lain tangannya membuat isyarat 70 atau 90), Saya ajukan pertanyaan ; “Ya Rasulullah saw., apakah kita bakal dihancurkan meskipun ada beberapa orang shalih? ” Beliau menjawab ; “Ya, Bila banyak kejelekan. . (HR. Ahmad, Al-Bukhari serta Muslim).

Pax Americana, Pax Britania, Pax Judaica. Tiga kelompok manusia yang disinyalir sebagai jut ma'jut yang ingin menuasai dunia. Perang dunia ketiga adalah puncaknya bahwa dunia harus dikontrol melalui sistem ekonomi satu jaringan dengan menggunakan transaksi elektronik. Transaksi berjaringan satu arah sudah mulai merajai pasar-pasar global, yang siap menghantam pertahanan ekonomi menengah ke bawah. Jika sistem ini merajai setiap transaksi, maka pemilik modal siap menjadi Fir’un modern.

Jut ma'jut kadikurek-kurek gunong jikenek tamong keno u donya, malam dikurek uro disube, dipoh ngon virus dum aso donya”.

Dua kekuatan dunia hari ini, baik kekuatan politik, pertahanan, dan ekonomi. Pertama, kekuatan KAPITALIS yang dikomandoi oleh Amerika bersama sekutunya negara-negara Barat. Yang kedua, SOSIALIS yang dikomandoi oleh Rusia, China, dan bersama sekutunya.

Kapitalis adalah golongan perusak, terutama sekali perusak di sektor ekonomi, semua lini sisi ekonomi dikuasai olehnya. Dan sistem ekonomi kapitalis ini juga banyak di anut oleh pimpinan disegala level, di negara-negara tertentu, termasuk Indonesia, di mana sistem kepemimpinan menguasai penuh kemana mengalirnya APBN, APABD dan APBK, dengan mengontrol para kontraktor dan rekanan kemana mengalir “FII” nya. Kapitalisasi proyek besar-besar di monopoli oleh setiap orang yang menduduki posisi penting disebuah daerah, bersama kroni-kroninya. Mulutnya bicara kesejahteraan, namun hatinya kapital murni, dan bahkan seperti setan yang siap menyesatkan manusia.

Sosialis adalah sistem ekonomi yang tidak membiarkan kesenjangan terjadi secara masif dalam sebuah Negara dan wilayah. Setiap orang harus mendapatkan pelayanan dan kesejahteraan yang memadai. Jika mereka bekerja sama dengan negara lain, tidak akan mengekploitasi sistem alam yang ada disebuah negera, bentuk kerja samanya adalah investasi. Sementara negara kapitalis, jika bekerja sama dengan negara lain akan melakukan ekploitasi hasil alam secara besar-besaran, sebagaimana Amerika mengekploitasi hasil bumi di seluruh dunia, termasuk Indonesia seprti halnya Freeport Papua, dan Gas Arun Aceh.

Sekiranya negara-negara Muslim, bekerja samalah dengan Rusia dan China dalam bentuk apapun, baik politik, pertahana, dan ekonomi. Hindarilah sebisa mungkin bekerja sama dengan Amerika, Barat, dan sekutunya. Rum Timur, hari ini ada di Rusia. Di mana sekelompok Kristen Ortodox, menurut Syaikh Imran Hussein dalam kajian eskatologi ilmu akhiruzzaman menjelaskan bahwa, satu-satunya bangsa yang mampu melawan hegemoni kapitalis Amerika, Barat, dan sekutunya secara militer, tehnologi, dan ekonomi.

Negara-negara dengan sistem ekonomi sosialis dimotori oleh Rusia, China, dan negara-negara, serta wilayah kekuasaan dibelahan dunia yang mampu memahami bahwa jut ma'jut sedang berperang menghabisi dunia dengan menggunakan senjata kimia. Yang mana senjata berupa covid-19 ini, menurut Prof. Dr. Qurais Shihab adalah setan yang sedang memperdayakan dan mengancam manusia, yang mana keberadaannya harus dilawan sebisa mungkin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melihat Masalah dengan Masalah

Meraih Gelar Doktor; Muchlinarwati Disabilitas yang Menginspirasi

Teuku Badruddin Syah: Membangun Politik Aceh Melalui Pikiran Ulama